.

.

Friday, May 20, 2011

All About 'NEET' (By Ota-mega)

Sources : Berbagai macam situs, buku dan anime yang berkaitan dengan NEET

    Dalam beberapa Anime / Manga, kita pernah membaca / mendengar mengenai NEET. Apa sih NEET itu?! Kebetulan postingan kali ini saiah akan membahas NEET, selamat menikmati!!

-Pengertian, Sejarah Munculnya NEET dan juga Perkembangannya-

    Mungkin banyak diantara kita yang belum tahu apa itu NEET. NEET merupakan singkatan dari 'Not Employment,Education, or Training', dimana istilah ini muncul pertama kali di Inggris pada tahun 90-an yang ditujukan untuk para pengangguran berusia antara 16-18 tahun yang tidak mau bersosialisasi dalam masyarakat. Istilah ini belakangan menyebar ke berbagai negara maju lainnya termasuk negara Jepang, karena negara ini juga memiliki masalah yang serius dengan generasi mudanya yang tidak memiliki keinginan untuk bekerja. Berbeda dengan Inggris, para NEET di Jepang kebanyakan berusia produktif antara usia 15-34 tahun dimana status mereka di masyarakat tergolong sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak menikah dan tidak terikat studi atau pekerjaan rumah tangga. Di Jepang, para NEET dikenal juga sebagai mugyousha(orang yang tidak bekerja atau pengangguran). Ironisnya bila NEET dinegara lain banyak terjadi di kalangan tidak mampu, justru NEET di Jepang terjadi pada kalangan orang yang ekonomi keluarganya mapan. NEET mulai muncul di Jepang pada tahun 1997, bertepatan dengan krisis moneter. Saat itu ada sekitar 80 ribu anak muda yang sudah lulus sekolah namun memilih untuk menganggur tanpa melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan, padahal saat itu lapangan pekerjaan masih terbuka luas dan persaingan belum seketat sekarang ini. Pada tahun 2000 angka itu mengalami peningkatan 5 kali lipat menjadi 400 ribu orang. Pada tahun 2003, jumlah populasi NEET di Jepang sudah mencapai 520 ribu orang dan diperkirakan jumlah itu akan mengalami lonjakan kelipatan yang amat besar pada tahun-tahun berikutnya.

-Perbedaan NEET, 'Freeter', dan 'Ronin'-

    NEET berbeda dengan Freeter(istilah untuk pengangguran yang sedang berusaha untuk mencari pekerjaan tetap) atau Ronin (bekas pegawai pemerintah yang sedang menganggur), karena orang-orang yang tergolong sebagai NEET sama sekali tidak punya hasrat untuk bekerja.
   
-Kategori NEET menurut penelitian-
   
1. Tipe Parasit ('Yankee Kata')
    Neet tipe ini ditujukan untuk orang yang lebih suka bersenang-senang dengan temennya daripada bekerja. Biasanya orang dengan tipe seperti ini menggantungkan hidupnya pada orang tuanya yang mapan sehingga sering juga disebut sebagai 'parasite freeter'.

2. Tipe Penyendiri dan Tak Bersosial Dengan Masyarakat ('Hikikomori Kata')
    Orang dengan tipe ini lebih suka menyendiri dan menarik diri dari pergaulan sosial. Di Jepang, NEET dengan tipe ini biasanya banyak mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktunya dengan bermain internet. Dari ketiga tipe lainnya, NEET tipe ini biasanya banyak mengalami kebosanan hidup dan banyak yang ditemukan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

3. Tipe Ragu-Ragu ('Tachisukumu Kata')
    Tipe seperti ini biasanya merupakan lulusan perguruan tinggi yang tidak bisa memutuskan masa depannya.

4. Tipe Trauma akan Kegagalan ('Tsumazuki Kata')
    Ditujukan untuk orang-orang yang pernah bekerja namun mengalami kegagalan dan sejak itu trauma sehingga tidak memiliki keinginan untuk bekerja kembali. Tipe ini juga ditujukan untuk orang yang gagal mendapatkan pekerjaan karena tidak punya kepercayaan diri.

-Cara Penanganan NEET di Jepang-

    Meningkatnya jumlah NEET ini menjadi masalah serius yang dibahas di pemerintahan Jepang, mengingat hal ini berdampak besar bagi perkembangan ekonomi dan sosial negara itu di masa mendatang. Untuk mengantisipasi bertambahnya NEET, pemerintah Jepang berupaya mengadakam program pelatihan khusus untuk para NEET bekerja sama dengan perusahaan pemerintah maupun swasta. Lewat program tersebut para NEET diberikan pengarahan, konseling, dan pengenalan dunia kerja, bahkan mereka juga ditawarkan job training yang diharapkan bisa menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk terjun ke dunia kerja.

-Faktor Pendorong Berkembangnya NEET-

    Jikalau ditinjau lebih jauh, sebenarnya lingkungan keluarga dan tempat kerja juga merupakan faktor pendukung yang menyebabkan sesorang menjadi NEET. Di Jepang sering kali dijumpai orang tua yang terlalu memanjakan atau over-protected terhadap anaknya, sehingga anaknya menjadi terbiasa menggantungkan hidup pada orangtuanya. Di lain pihak perusahaan juga kadang lebih suka merekrut pegawai yang sudah berpengalaman atau memberikan  perbedaan honor antara pegawai tua dan pegawai baru muda yang tentunya menimbulkan persepsi negatif dan mengecilkan harapan pegawai muda. Bila permasalahan NEET tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin Jepang yang dikenal sebagai negara maju Asia akan mengalami permasalahan perekonomian di masa mendatang.

-Comment of Post Writer about this topic-

    Hmmm... Gimana ngomongnya yakk?!... menurut saiah gejala macam ini bener-bener ngerusak semangat masa muda dan menghilangkan rasa tanggung jawab kita sebagai manusia. Bagaimana tidak, menjadi NEET berarti menjadi suatu beban berat yang ditanggung oleh kepala keluarga. NEET bagaikan parasit, tidak memberikan keuntungan sama sekali, baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat. Saiah harap gejala semacam ini ngga masuk ke Indonesia... Amin!

-In the End-

    That's it! After all, saiah meminta maaf atas kurang mendalamnya pembahasan saiah pada topik ini, karena ini pembahasan ini hanyalah sebatas sudut pandang dari saiah semata yang saiah simpulkan sendiri dari berbagai sumber. Dan saiah juga meminta maaf apabila ada orang-orang yang merasa tersinggung atas pembahasan saiah ini, saiah hanya membahas masalah ini tanpa ada maksud untuk menyindir / menyinggung pihak-pihak tertentu.

    Jika ada saran ato kritik, feel free to give us comments!! Ja nee!

No comments:

Post a Comment