.
Thursday, June 2, 2011
Wednesday, June 1, 2011
Tuesday, May 31, 2011
Lyric Learn Together by AiRI (OST 30-sai Hoken Taiiku
Hora soko made CHANCE ga sematte kiteru
Nanika ga kawarisou na sonna yokan shichau
Hakushi no NOTE chotto zutsu umetekeba
sore de ii n ja nai kana yukkuri susumeba ii
Mawari no hanashi wo kiku to aseri ga nai wake ja nai kedo
Yoshuu no junbi wa OK Yeah!
Saigo no jikan sugosu tame ni futari no kore kara ga
Shiawase na mirai mukaerareru you ni saisho kara
Ippo ippo hajimeyou hitori ja dekinai yo
Koyubi karame A kara hajimeyou yo
Futari dake no jugyou
Nee kiiteru? Mou sugu yo ga fuketeku
Minchou shite iru no wa otagai-sama dakedo
Mhoujiki na toko miyou mi mane no mama ja
GOAL ga sorechau kamo aserazu manabeba ii
Manga no you ni ikereba risou ni chikadzukeru ki ga shita
REAL wa benkyou busoku Oh No!
Itsuka kuru shunkan sugosu tame ni futari de kore kara wa
Otona he no kaidan noboru tame no koushiki wo
Ikko ikko mitsukeyou hitori ja tokenai yo
Mitsume atte (a) kara sagashidasou yo
Futari dake no jugyou
"Hayai" to ka "osoi" wa kankei nai nda yo
Kimi to iru kara shizen ni nareru aa
Saigo no jikan sugosu tame ni futari no kore kara no
Mirai wo tsukuri hajimeteku tame ni saisho kara
Ippo ippo hajimeyou hitori ja dekinai yo
Koyubi karame A kara hajimeyou yo
Dakara motto motto manabou yo futari de kore kara wa
Otona he no kaidan noboru tame no koushiki wo
Ikko ikko mitsukeyou hitori ja tokenai yo
Mitsume atte (a) kara sagashidasou yo
Futari dake no jugyou
Learn together
Learn together, tonight
Nanika ga kawarisou na sonna yokan shichau
Hakushi no NOTE chotto zutsu umetekeba
sore de ii n ja nai kana yukkuri susumeba ii
Mawari no hanashi wo kiku to aseri ga nai wake ja nai kedo
Yoshuu no junbi wa OK Yeah!
Saigo no jikan sugosu tame ni futari no kore kara ga
Shiawase na mirai mukaerareru you ni saisho kara
Ippo ippo hajimeyou hitori ja dekinai yo
Koyubi karame A kara hajimeyou yo
Futari dake no jugyou
Nee kiiteru? Mou sugu yo ga fuketeku
Minchou shite iru no wa otagai-sama dakedo
Mhoujiki na toko miyou mi mane no mama ja
GOAL ga sorechau kamo aserazu manabeba ii
Manga no you ni ikereba risou ni chikadzukeru ki ga shita
REAL wa benkyou busoku Oh No!
Itsuka kuru shunkan sugosu tame ni futari de kore kara wa
Otona he no kaidan noboru tame no koushiki wo
Ikko ikko mitsukeyou hitori ja tokenai yo
Mitsume atte (a) kara sagashidasou yo
Futari dake no jugyou
"Hayai" to ka "osoi" wa kankei nai nda yo
Kimi to iru kara shizen ni nareru aa
Saigo no jikan sugosu tame ni futari no kore kara no
Mirai wo tsukuri hajimeteku tame ni saisho kara
Ippo ippo hajimeyou hitori ja dekinai yo
Koyubi karame A kara hajimeyou yo
Dakara motto motto manabou yo futari de kore kara wa
Otona he no kaidan noboru tame no koushiki wo
Ikko ikko mitsukeyou hitori ja tokenai yo
Mitsume atte (a) kara sagashidasou yo
Futari dake no jugyou
Learn together
Learn together, tonight
Saturday, May 28, 2011
Definition of Fakku tags -part 1- (By Ero-kami)
[Warning!!]
Hentai alert! Don't read this article if you are not over 18 years old
Kamu sering mampir di Fakku atau Doujin-moe?? pernah ndenger kata tentacles, megane, paizuri, dll?? Tau ngga artinya apa?? Nah, pada postingan gw ini, gw mo ngebahas arti dari tulisan tersebut, cekidot yakk?!
1. Paizuri
Tag ini menunjukkan dalam kisahnya terdapat adegan tit fuck, dimana wanita akan menjepit *beep* pria dengan oppai(dada)nya. Sang wanita akan memijat *beep* pria dengan kedua oppainya sampai sang pria orgasme / ejakulasi.
2. Anal
Tag ini menunjukkan dalam kisahnya terdapat adegan sex 'jalan belakang', dimana pria akan memasukkan *beep*nya kedalam 'ass hole' lawan mainnya.
See you in another post! Chao!!
Saturday, May 21, 2011
Perbedaan Orang Indonesia dan Orang Jepang dalam melakukan sesuatu (By Ota-mega)
Di bawah ini beberapa perbedaan antara orang Indonesia dan orang Jepang dalam hal tingkah laku (walaupun ngga semuanya benar). cekidot!
- Saat memberi hadiah pada atasan yang datang dari luar negeri :
Orang Indonesia : "Wah terima kasih ya! Gimana kemarin ? blablabla"
*Ngobrol dengan akrab karena seneng abis dapet oleh2, abis itu langsung dimakan sendiri / dikasih ke keluarganya*
Orang Jepang : "Aduh, maaf merepotkan sekali!(sambil membungkuk2 berulang2 sambil bilang terima kasih berulang2)"
*Oleh-oleh tersebut langsung dibagi-bagi ke satu kantor sampe seluruh pegawai di satu tim dapet semua*
- Saat kita nelpon bos untuk mengabarkan bahwa kita tidak bisa masuk kantor karena sakit :
Boss (Orang Indonesia) : "Wah kamu sakit melulu, jaga kesehatan dong"
Boss (Orang Jepang) : "Kamu tidak apa-apa? Jangan lupa ke dokter ya! Jangan lupa juga bawa kartu asuransi kesehatan kamu"
- Saat kehilangan uang dengan nominal kecil :
Orang Indonesia : "Wah, goceng gw jatoh dimana ya? Ya udah lah... Ikhlasin aja, rejeki orang yang nemuin"
*Pada akhirnya Rp.5000-nya itu ga pernah kembali*
Orang Jepang : Tiba-tiba ada email yang dikirimin ke seluruh pegawai kantor yang berisi pemberitahuan kayak gini "Bagi yang kehilangan 40 yen harap datang menghubungi Bpk.xxx. Bpk.xxx menemukan uang tersebut terjatuh di sekitar vending machine, kemungkinan uang tersebut adalah kembalian dari vending machine. Bagi yang merasa kehilangan 40 yen, tolong hubungi Bpk.xxx segera"
*Udah kayak pengumuman yang penting banget (keterangan : 40 yen = Rp.4000, keterangan : di jepang 40 yen cuma bisa buat beli 3 permen berukuran 5×5cm)*
- Pada saat berkenalan dengan orang ato pegawai baru :
Orang Indonesia :
Anak baru : "Selamat pagi, saya xxx, mulai hari ini saya bekerja di sini di bagian xxx”
Orang lama : “Pagi, saya xxx. wah mulai skarang kamu duduk disana ya? blablabla”
*Kebanyakannya langsung akrab*
Orang Jepang :
Anak baru : "perkenalkan, nama saya xxx. mulai hari ini saya bekerja disini. mohon bimbingannya” (sambil membungkuk)
Orang lama : “nama saya xxx. senang berkenalan dengan anda” (sambil membungkuk).
*Setelah itu perkenalan selesai, kedua belah pihak langsung kembali ke kegiatannya masing-masing. Biasanya tampang si anak baru rada kikuk dan suasananya kaku*
- Saat memberitahukan ada kesalahan pada kerjaan seseorang :
Orang Indonesia :
Yang dirugikan : "ndre, kamu salah ketik nih disini. Nama saya kan mustinya pake ‘y’ bukan pake ‘i’"
Yang buat salah : "Oh iya ... maaf pak! Hihihi...”
*sambil ketawa cengengesan*
Orang Jepang:
Yang dirugikan : "Suzuki san, ada kesalahan ketik disini. seharusnya nama saya memakai huruf ‘y’ bukan ‘i’"
Yang buat salah : "Maafkan saya tidak sopan. saya akan membenarkannya segera"
*Sambil membungkuk seakan merasa sangat menyesal akan kesalahan yang dibuatnya*
- Saat berpapasan sama orang satu sekolah / perusahaan yang kita ga kenal :
Orang Indonesia : Buang muka / pura-pura ga liat / masa bodo.
Orang Jepang : "Konnichiwa!!"
*Kalo diterjemahin langsung artinya selamat siang, tapi juga bermakna 'halo' untuk menyapa orang yang kerja di satu perusahaan, walaupun ga kenal*
- Saat ingin mengganti lampu yang dipasang di plafon :
Orang Indonesia : "Tolong panggilin si Ujang dong! Atau OB yang mana aja deh! suruh gantiin lampu di ruangan xxx."
Orang Jepang : Dengan niatnya ngambil lampu baru di ruangan penyimpanan, ngedorong dan ngeganti lampunya sendiri.
*Bahkan orang yang jabatannya tinggipun ngelakuin kayak ginian sendiri*
- Saat kita melihat komputer para pegawai diwaktu kerja :
Orang Indonesia : 80% menyalakan program chatting / social network, entah itu Yahoo mesangger, Facebook, Twitter, ato yang laen...
Orang Jepang : Dari seluruh tab windows yang dibuka, isinya kerjaan semua.
- Saat melihat pukul berapa mereka datang ke kantor :
Orang Indonesia : Misalnya jam kerja mulainya dari jam 9, biasanya mereka dateng dari jam 8.50 - 9.10.
Orang Jepang : Misalnya jam kerja mulainya dari jam 9, biasanya mereka dateng dari jam 8.30-8.55.
- Pada pemakaian AC :
Orang Indonesia : Satu lantai dinginn semua, sampe2 ada yang bersin-bersin & pake jaket.
Orang Jepang : Hemat energi. Walaupun ruangan full AC, ACnya ga dinyalain full, malah kadang-kadang kepanasan.
- Saat menolak ajakan pergi ke gathering dengan para pegawai kantor :
Orang Indonesia :
Yang ngajak : "Kamu ikut kan besok kumpul-kumpul sama temen-temen di karaoke?"
Yang nolak : "aduh sorry, kayaknya gw ga bisa deh kalo besok”
Yang ngajak : "Yah kenapa ga bisa? Jarang-jarang kita bisa ngumpul bareng kayak gini. Udah, ikut aja deh..."
Yang nolak : "Duh, beneran nih! Gw ga bisa... Gw harus jemput cewek gw di xxx blablabla"
Yang ngajak : "blablabla"
*pembicaraan pun masih terus berlanjut*
Orang Jepang:
Yang ngajak : "Kamu bisa ikut ke acara gatering pegawai besok kan?"
Yang nolak : "Aduh maaf, besok saya ada urusan penting. mungkin saya akan ikut lain kali..."
Yang ngajak : "Wah, sayang sekali ya .."
*pembicaraan pun berakhir*
Nha, gimana?! udah tau kan bedanya orang Indonesia dengan orang Jepang?!
[by the way, ini cuman buat just for fun, nothing serious... soalnya orang Jepang juga ada yang berbuat kayak gitu, ngga cuman Indonesia aja ~_~]
- Saat memberi hadiah pada atasan yang datang dari luar negeri :
Orang Indonesia : "Wah terima kasih ya! Gimana kemarin ? blablabla"
*Ngobrol dengan akrab karena seneng abis dapet oleh2, abis itu langsung dimakan sendiri / dikasih ke keluarganya*
Orang Jepang : "Aduh, maaf merepotkan sekali!(sambil membungkuk2 berulang2 sambil bilang terima kasih berulang2)"
*Oleh-oleh tersebut langsung dibagi-bagi ke satu kantor sampe seluruh pegawai di satu tim dapet semua*
- Saat kita nelpon bos untuk mengabarkan bahwa kita tidak bisa masuk kantor karena sakit :
Boss (Orang Indonesia) : "Wah kamu sakit melulu, jaga kesehatan dong"
Boss (Orang Jepang) : "Kamu tidak apa-apa? Jangan lupa ke dokter ya! Jangan lupa juga bawa kartu asuransi kesehatan kamu"
- Saat kehilangan uang dengan nominal kecil :
Orang Indonesia : "Wah, goceng gw jatoh dimana ya? Ya udah lah... Ikhlasin aja, rejeki orang yang nemuin"
*Pada akhirnya Rp.5000-nya itu ga pernah kembali*
Orang Jepang : Tiba-tiba ada email yang dikirimin ke seluruh pegawai kantor yang berisi pemberitahuan kayak gini "Bagi yang kehilangan 40 yen harap datang menghubungi Bpk.xxx. Bpk.xxx menemukan uang tersebut terjatuh di sekitar vending machine, kemungkinan uang tersebut adalah kembalian dari vending machine. Bagi yang merasa kehilangan 40 yen, tolong hubungi Bpk.xxx segera"
*Udah kayak pengumuman yang penting banget (keterangan : 40 yen = Rp.4000, keterangan : di jepang 40 yen cuma bisa buat beli 3 permen berukuran 5×5cm)*
- Pada saat berkenalan dengan orang ato pegawai baru :
Orang Indonesia :
Anak baru : "Selamat pagi, saya xxx, mulai hari ini saya bekerja di sini di bagian xxx”
Orang lama : “Pagi, saya xxx. wah mulai skarang kamu duduk disana ya? blablabla”
*Kebanyakannya langsung akrab*
Orang Jepang :
Anak baru : "perkenalkan, nama saya xxx. mulai hari ini saya bekerja disini. mohon bimbingannya” (sambil membungkuk)
Orang lama : “nama saya xxx. senang berkenalan dengan anda” (sambil membungkuk).
*Setelah itu perkenalan selesai, kedua belah pihak langsung kembali ke kegiatannya masing-masing. Biasanya tampang si anak baru rada kikuk dan suasananya kaku*
- Saat memberitahukan ada kesalahan pada kerjaan seseorang :
Orang Indonesia :
Yang dirugikan : "ndre, kamu salah ketik nih disini. Nama saya kan mustinya pake ‘y’ bukan pake ‘i’"
Yang buat salah : "Oh iya ... maaf pak! Hihihi...”
*sambil ketawa cengengesan*
Orang Jepang:
Yang dirugikan : "Suzuki san, ada kesalahan ketik disini. seharusnya nama saya memakai huruf ‘y’ bukan ‘i’"
Yang buat salah : "Maafkan saya tidak sopan. saya akan membenarkannya segera"
*Sambil membungkuk seakan merasa sangat menyesal akan kesalahan yang dibuatnya*
- Saat berpapasan sama orang satu sekolah / perusahaan yang kita ga kenal :
Orang Indonesia : Buang muka / pura-pura ga liat / masa bodo.
Orang Jepang : "Konnichiwa!!"
*Kalo diterjemahin langsung artinya selamat siang, tapi juga bermakna 'halo' untuk menyapa orang yang kerja di satu perusahaan, walaupun ga kenal*
- Saat ingin mengganti lampu yang dipasang di plafon :
Orang Indonesia : "Tolong panggilin si Ujang dong! Atau OB yang mana aja deh! suruh gantiin lampu di ruangan xxx."
Orang Jepang : Dengan niatnya ngambil lampu baru di ruangan penyimpanan, ngedorong dan ngeganti lampunya sendiri.
*Bahkan orang yang jabatannya tinggipun ngelakuin kayak ginian sendiri*
- Saat kita melihat komputer para pegawai diwaktu kerja :
Orang Indonesia : 80% menyalakan program chatting / social network, entah itu Yahoo mesangger, Facebook, Twitter, ato yang laen...
Orang Jepang : Dari seluruh tab windows yang dibuka, isinya kerjaan semua.
- Saat melihat pukul berapa mereka datang ke kantor :
Orang Indonesia : Misalnya jam kerja mulainya dari jam 9, biasanya mereka dateng dari jam 8.50 - 9.10.
Orang Jepang : Misalnya jam kerja mulainya dari jam 9, biasanya mereka dateng dari jam 8.30-8.55.
- Pada pemakaian AC :
Orang Indonesia : Satu lantai dinginn semua, sampe2 ada yang bersin-bersin & pake jaket.
Orang Jepang : Hemat energi. Walaupun ruangan full AC, ACnya ga dinyalain full, malah kadang-kadang kepanasan.
- Saat menolak ajakan pergi ke gathering dengan para pegawai kantor :
Orang Indonesia :
Yang ngajak : "Kamu ikut kan besok kumpul-kumpul sama temen-temen di karaoke?"
Yang nolak : "aduh sorry, kayaknya gw ga bisa deh kalo besok”
Yang ngajak : "Yah kenapa ga bisa? Jarang-jarang kita bisa ngumpul bareng kayak gini. Udah, ikut aja deh..."
Yang nolak : "Duh, beneran nih! Gw ga bisa... Gw harus jemput cewek gw di xxx blablabla"
Yang ngajak : "blablabla"
*pembicaraan pun masih terus berlanjut*
Orang Jepang:
Yang ngajak : "Kamu bisa ikut ke acara gatering pegawai besok kan?"
Yang nolak : "Aduh maaf, besok saya ada urusan penting. mungkin saya akan ikut lain kali..."
Yang ngajak : "Wah, sayang sekali ya .."
*pembicaraan pun berakhir*
Nha, gimana?! udah tau kan bedanya orang Indonesia dengan orang Jepang?!
[by the way, ini cuman buat just for fun, nothing serious... soalnya orang Jepang juga ada yang berbuat kayak gitu, ngga cuman Indonesia aja ~_~]
Friday, May 20, 2011
All About 'NEET' (By Ota-mega)
Sources : Berbagai macam situs, buku dan anime yang berkaitan dengan NEET
Dalam beberapa Anime / Manga, kita pernah membaca / mendengar mengenai NEET. Apa sih NEET itu?! Kebetulan postingan kali ini saiah akan membahas NEET, selamat menikmati!!
-Pengertian, Sejarah Munculnya NEET dan juga Perkembangannya-
Mungkin banyak diantara kita yang belum tahu apa itu NEET. NEET merupakan singkatan dari 'Not Employment,Education, or Training', dimana istilah ini muncul pertama kali di Inggris pada tahun 90-an yang ditujukan untuk para pengangguran berusia antara 16-18 tahun yang tidak mau bersosialisasi dalam masyarakat. Istilah ini belakangan menyebar ke berbagai negara maju lainnya termasuk negara Jepang, karena negara ini juga memiliki masalah yang serius dengan generasi mudanya yang tidak memiliki keinginan untuk bekerja. Berbeda dengan Inggris, para NEET di Jepang kebanyakan berusia produktif antara usia 15-34 tahun dimana status mereka di masyarakat tergolong sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak menikah dan tidak terikat studi atau pekerjaan rumah tangga. Di Jepang, para NEET dikenal juga sebagai mugyousha(orang yang tidak bekerja atau pengangguran). Ironisnya bila NEET dinegara lain banyak terjadi di kalangan tidak mampu, justru NEET di Jepang terjadi pada kalangan orang yang ekonomi keluarganya mapan. NEET mulai muncul di Jepang pada tahun 1997, bertepatan dengan krisis moneter. Saat itu ada sekitar 80 ribu anak muda yang sudah lulus sekolah namun memilih untuk menganggur tanpa melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan, padahal saat itu lapangan pekerjaan masih terbuka luas dan persaingan belum seketat sekarang ini. Pada tahun 2000 angka itu mengalami peningkatan 5 kali lipat menjadi 400 ribu orang. Pada tahun 2003, jumlah populasi NEET di Jepang sudah mencapai 520 ribu orang dan diperkirakan jumlah itu akan mengalami lonjakan kelipatan yang amat besar pada tahun-tahun berikutnya.
-Perbedaan NEET, 'Freeter', dan 'Ronin'-
NEET berbeda dengan Freeter(istilah untuk pengangguran yang sedang berusaha untuk mencari pekerjaan tetap) atau Ronin (bekas pegawai pemerintah yang sedang menganggur), karena orang-orang yang tergolong sebagai NEET sama sekali tidak punya hasrat untuk bekerja.
-Kategori NEET menurut penelitian-
1. Tipe Parasit ('Yankee Kata')
Neet tipe ini ditujukan untuk orang yang lebih suka bersenang-senang dengan temennya daripada bekerja. Biasanya orang dengan tipe seperti ini menggantungkan hidupnya pada orang tuanya yang mapan sehingga sering juga disebut sebagai 'parasite freeter'.
2. Tipe Penyendiri dan Tak Bersosial Dengan Masyarakat ('Hikikomori Kata')
Orang dengan tipe ini lebih suka menyendiri dan menarik diri dari pergaulan sosial. Di Jepang, NEET dengan tipe ini biasanya banyak mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktunya dengan bermain internet. Dari ketiga tipe lainnya, NEET tipe ini biasanya banyak mengalami kebosanan hidup dan banyak yang ditemukan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
3. Tipe Ragu-Ragu ('Tachisukumu Kata')
Tipe seperti ini biasanya merupakan lulusan perguruan tinggi yang tidak bisa memutuskan masa depannya.
4. Tipe Trauma akan Kegagalan ('Tsumazuki Kata')
Ditujukan untuk orang-orang yang pernah bekerja namun mengalami kegagalan dan sejak itu trauma sehingga tidak memiliki keinginan untuk bekerja kembali. Tipe ini juga ditujukan untuk orang yang gagal mendapatkan pekerjaan karena tidak punya kepercayaan diri.
-Cara Penanganan NEET di Jepang-
Meningkatnya jumlah NEET ini menjadi masalah serius yang dibahas di pemerintahan Jepang, mengingat hal ini berdampak besar bagi perkembangan ekonomi dan sosial negara itu di masa mendatang. Untuk mengantisipasi bertambahnya NEET, pemerintah Jepang berupaya mengadakam program pelatihan khusus untuk para NEET bekerja sama dengan perusahaan pemerintah maupun swasta. Lewat program tersebut para NEET diberikan pengarahan, konseling, dan pengenalan dunia kerja, bahkan mereka juga ditawarkan job training yang diharapkan bisa menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk terjun ke dunia kerja.
-Faktor Pendorong Berkembangnya NEET-
Jikalau ditinjau lebih jauh, sebenarnya lingkungan keluarga dan tempat kerja juga merupakan faktor pendukung yang menyebabkan sesorang menjadi NEET. Di Jepang sering kali dijumpai orang tua yang terlalu memanjakan atau over-protected terhadap anaknya, sehingga anaknya menjadi terbiasa menggantungkan hidup pada orangtuanya. Di lain pihak perusahaan juga kadang lebih suka merekrut pegawai yang sudah berpengalaman atau memberikan perbedaan honor antara pegawai tua dan pegawai baru muda yang tentunya menimbulkan persepsi negatif dan mengecilkan harapan pegawai muda. Bila permasalahan NEET tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin Jepang yang dikenal sebagai negara maju Asia akan mengalami permasalahan perekonomian di masa mendatang.
-Comment of Post Writer about this topic-
Hmmm... Gimana ngomongnya yakk?!... menurut saiah gejala macam ini bener-bener ngerusak semangat masa muda dan menghilangkan rasa tanggung jawab kita sebagai manusia. Bagaimana tidak, menjadi NEET berarti menjadi suatu beban berat yang ditanggung oleh kepala keluarga. NEET bagaikan parasit, tidak memberikan keuntungan sama sekali, baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat. Saiah harap gejala semacam ini ngga masuk ke Indonesia... Amin!
-In the End-
That's it! After all, saiah meminta maaf atas kurang mendalamnya pembahasan saiah pada topik ini, karena ini pembahasan ini hanyalah sebatas sudut pandang dari saiah semata yang saiah simpulkan sendiri dari berbagai sumber. Dan saiah juga meminta maaf apabila ada orang-orang yang merasa tersinggung atas pembahasan saiah ini, saiah hanya membahas masalah ini tanpa ada maksud untuk menyindir / menyinggung pihak-pihak tertentu.
Jika ada saran ato kritik, feel free to give us comments!! Ja nee!
Dalam beberapa Anime / Manga, kita pernah membaca / mendengar mengenai NEET. Apa sih NEET itu?! Kebetulan postingan kali ini saiah akan membahas NEET, selamat menikmati!!
-Pengertian, Sejarah Munculnya NEET dan juga Perkembangannya-
Mungkin banyak diantara kita yang belum tahu apa itu NEET. NEET merupakan singkatan dari 'Not Employment,Education, or Training', dimana istilah ini muncul pertama kali di Inggris pada tahun 90-an yang ditujukan untuk para pengangguran berusia antara 16-18 tahun yang tidak mau bersosialisasi dalam masyarakat. Istilah ini belakangan menyebar ke berbagai negara maju lainnya termasuk negara Jepang, karena negara ini juga memiliki masalah yang serius dengan generasi mudanya yang tidak memiliki keinginan untuk bekerja. Berbeda dengan Inggris, para NEET di Jepang kebanyakan berusia produktif antara usia 15-34 tahun dimana status mereka di masyarakat tergolong sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak menikah dan tidak terikat studi atau pekerjaan rumah tangga. Di Jepang, para NEET dikenal juga sebagai mugyousha(orang yang tidak bekerja atau pengangguran). Ironisnya bila NEET dinegara lain banyak terjadi di kalangan tidak mampu, justru NEET di Jepang terjadi pada kalangan orang yang ekonomi keluarganya mapan. NEET mulai muncul di Jepang pada tahun 1997, bertepatan dengan krisis moneter. Saat itu ada sekitar 80 ribu anak muda yang sudah lulus sekolah namun memilih untuk menganggur tanpa melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan, padahal saat itu lapangan pekerjaan masih terbuka luas dan persaingan belum seketat sekarang ini. Pada tahun 2000 angka itu mengalami peningkatan 5 kali lipat menjadi 400 ribu orang. Pada tahun 2003, jumlah populasi NEET di Jepang sudah mencapai 520 ribu orang dan diperkirakan jumlah itu akan mengalami lonjakan kelipatan yang amat besar pada tahun-tahun berikutnya.
-Perbedaan NEET, 'Freeter', dan 'Ronin'-
NEET berbeda dengan Freeter(istilah untuk pengangguran yang sedang berusaha untuk mencari pekerjaan tetap) atau Ronin (bekas pegawai pemerintah yang sedang menganggur), karena orang-orang yang tergolong sebagai NEET sama sekali tidak punya hasrat untuk bekerja.
-Kategori NEET menurut penelitian-
1. Tipe Parasit ('Yankee Kata')
Neet tipe ini ditujukan untuk orang yang lebih suka bersenang-senang dengan temennya daripada bekerja. Biasanya orang dengan tipe seperti ini menggantungkan hidupnya pada orang tuanya yang mapan sehingga sering juga disebut sebagai 'parasite freeter'.
2. Tipe Penyendiri dan Tak Bersosial Dengan Masyarakat ('Hikikomori Kata')
Orang dengan tipe ini lebih suka menyendiri dan menarik diri dari pergaulan sosial. Di Jepang, NEET dengan tipe ini biasanya banyak mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktunya dengan bermain internet. Dari ketiga tipe lainnya, NEET tipe ini biasanya banyak mengalami kebosanan hidup dan banyak yang ditemukan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
3. Tipe Ragu-Ragu ('Tachisukumu Kata')
Tipe seperti ini biasanya merupakan lulusan perguruan tinggi yang tidak bisa memutuskan masa depannya.
4. Tipe Trauma akan Kegagalan ('Tsumazuki Kata')
Ditujukan untuk orang-orang yang pernah bekerja namun mengalami kegagalan dan sejak itu trauma sehingga tidak memiliki keinginan untuk bekerja kembali. Tipe ini juga ditujukan untuk orang yang gagal mendapatkan pekerjaan karena tidak punya kepercayaan diri.
-Cara Penanganan NEET di Jepang-
Meningkatnya jumlah NEET ini menjadi masalah serius yang dibahas di pemerintahan Jepang, mengingat hal ini berdampak besar bagi perkembangan ekonomi dan sosial negara itu di masa mendatang. Untuk mengantisipasi bertambahnya NEET, pemerintah Jepang berupaya mengadakam program pelatihan khusus untuk para NEET bekerja sama dengan perusahaan pemerintah maupun swasta. Lewat program tersebut para NEET diberikan pengarahan, konseling, dan pengenalan dunia kerja, bahkan mereka juga ditawarkan job training yang diharapkan bisa menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk terjun ke dunia kerja.
-Faktor Pendorong Berkembangnya NEET-
Jikalau ditinjau lebih jauh, sebenarnya lingkungan keluarga dan tempat kerja juga merupakan faktor pendukung yang menyebabkan sesorang menjadi NEET. Di Jepang sering kali dijumpai orang tua yang terlalu memanjakan atau over-protected terhadap anaknya, sehingga anaknya menjadi terbiasa menggantungkan hidup pada orangtuanya. Di lain pihak perusahaan juga kadang lebih suka merekrut pegawai yang sudah berpengalaman atau memberikan perbedaan honor antara pegawai tua dan pegawai baru muda yang tentunya menimbulkan persepsi negatif dan mengecilkan harapan pegawai muda. Bila permasalahan NEET tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin Jepang yang dikenal sebagai negara maju Asia akan mengalami permasalahan perekonomian di masa mendatang.
-Comment of Post Writer about this topic-
Hmmm... Gimana ngomongnya yakk?!... menurut saiah gejala macam ini bener-bener ngerusak semangat masa muda dan menghilangkan rasa tanggung jawab kita sebagai manusia. Bagaimana tidak, menjadi NEET berarti menjadi suatu beban berat yang ditanggung oleh kepala keluarga. NEET bagaikan parasit, tidak memberikan keuntungan sama sekali, baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat. Saiah harap gejala semacam ini ngga masuk ke Indonesia... Amin!
-In the End-
That's it! After all, saiah meminta maaf atas kurang mendalamnya pembahasan saiah pada topik ini, karena ini pembahasan ini hanyalah sebatas sudut pandang dari saiah semata yang saiah simpulkan sendiri dari berbagai sumber. Dan saiah juga meminta maaf apabila ada orang-orang yang merasa tersinggung atas pembahasan saiah ini, saiah hanya membahas masalah ini tanpa ada maksud untuk menyindir / menyinggung pihak-pihak tertentu.
Jika ada saran ato kritik, feel free to give us comments!! Ja nee!
All About 'Yaoi' & 'BL' (By Aoi)
Sources : ANIMONSTER vol. 45 dan juga dari berbagai situs
Moshi-moshi, minna-san! Berhubung budaya Yaoi & BL udah masuk dan lumayan populer di Indonesia, Aoi akan coba membahas masalah ini pada postingan kali ini. Selamat menikmati ya!!
-Landasan Teori Mengenai 2 Jenis Hubungan Ini-
Landasan teori yang memperkuat perkembangan hubungan Yaoi dan BL adalah Teori Sigmund Freud. Ia berteori bahwa manusia diciptakan dengan memiliki orientasi biseksual(menyukai lelaki maupun perempuan), namun biasanya lingkungan dan ajaran dari sekitar membuat seseorang menjadi heteroseksual(menyukai lawan jenis). Dengan kata lain, Ia menganggap bahwa pada awalnya semua manusia itu sebenarnya biseksual dan salah satu orientasi biseksual (yang mencakup homoseksual, yang mempunyai definisi ketertarikan erotis dan memiliki keinginan untuk memiliki hubungan cinta dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin sama).
-BL and Yaoi-
Kedua kata diatas adalah kata yang kebanyakannya menjadi kata favorit bagi seorang Fujoshi(sebutan bagi Otaku perempuan). Perlu kita ketahui, BL (Boys Love) dan Yaoi itu berbeda. Yang dimaksud Yaoi adalah akronim dari tiga frase ‘YAma-nashi’ (tidak ada kelanjutannya), ‘Ochi-nasi’ (tidak ada penyelesaiannya), ‘Imi-nashi’ (tidak ada maknanya). Intinya, cerita Yaoi adalah cerita yang hanya mementingkan hubungan seks yang dilakukan para karakternya, sedangkan cerita BL kebanyakannya mengandung perasaan cinta yg mendalam. Jadi, BL tidaklah sama dengan Yaoi.
-BL on Japanese culture-
Sebenarnya hubungan BL sudah lama tercipta di Jepang, diperkirakan saat peperangan pun sudah ada hubungan semacam ini. Hal ini dikarenakan karena tidak adanya perempuan yang menjadi pasukan. Jadi, terciptanya hubungan BL yang sudah melekat pada Jepang beribu-ribu tahun lamanya.
-'Seme' and 'Uke'-
Kedua kata tadi adalah istilah dalam BL. Seme adalah partner yang bersifat dominan (Seme memiliki arti menyerang). Tipe Seme biasanya maskulin, dingin, tidak segan-segan untuk memaksakan kehendak, rasional, dan agresif. Sedangkan Uke adalah partner yang bersifat submisif dalam hubungan BL (Uke memiliki arti menerima). Tipe Uke biasanya lebih emosional, bishounen(berwajah imut), pasif, menurut pada sang Seme.
-Cara melihat tipe Seme dan Uke dari suatu pairing-
Cara melihat tipe Seme atau Uke dapat dilihat langsung dari nama pairingnya. Nama Seme selalu berada di depan, sedangkan Uke berada di belakang.
Contoh : SasukexNaruto (berarti Sasuke adalah Seme dan Naruto adalah Uke)
-Comment of Post Writer about this topic-
Yah, walau Aoi sebenarnya bukanlah penyukai Yaoi maupun BL, Aoi pengen ngecoba ngebahas kedua hal ini. Aoi pikir hubungan semacam ini takkan dapat diterima dengan mudahnya di Indonesia, mengingat adanya larangan agama mengenai hubungan antar sesama jenis. Dan yang Aoi ingat, hanya negara Belanda lah memperbolehkan perkawinan antar sesama jenis, sedangkan banyak sekali negara di dunia ini yang mengecam akan hubungan macam ini. Menurut pandangan Aoi sendiri, Aoi sangatlah tidak menyetujui akan hubungan semacam ini karena Tuhan telah menciptakan manusia itu saling berpasangan. Jadi kodrat manusia bukanlah memiliki pasangan yang sama jenisnya dengan dirinya, melainkan lawan jenisnya.
-In the end-
Cuman itu saja yang dapat Aoi sampaikan pada postingan kali ini, Aoi minta maaf kalo postingan ini tak dapat menjawab semua pertanyaan mengenai topik ini. Maklumlah, Aoi juga masih kurang berpengalaman akan hal ini. Dan Aoi juga meminta maaf pada 'Yaoi lovers' karena pada postingan kali ini Aoi menentang hal kalian cintai. Namun, pada dasarnya Aoi tak dapat melarang kalian untuk mencintai Yaoi / BL, karena hal itu kembali pada diri kita semua, kitalah yang menentukan jalan kita sendiri...
Kalo ada kritik dan saran, jangan sungkan untuk memberi kami komentar! Ja minna! Matta ne!!
[Warning!!]
Bagi reader laki-laki yang merasa tidak tahan melihat gambar vulgar dalam postingan ini disarankan untuk tidak usah melanjutkan membaca postingan ini.
Bagi reader laki-laki yang merasa tidak tahan melihat gambar vulgar dalam postingan ini disarankan untuk tidak usah melanjutkan membaca postingan ini.
-Landasan Teori Mengenai 2 Jenis Hubungan Ini-
Landasan teori yang memperkuat perkembangan hubungan Yaoi dan BL adalah Teori Sigmund Freud. Ia berteori bahwa manusia diciptakan dengan memiliki orientasi biseksual(menyukai lelaki maupun perempuan), namun biasanya lingkungan dan ajaran dari sekitar membuat seseorang menjadi heteroseksual(menyukai lawan jenis). Dengan kata lain, Ia menganggap bahwa pada awalnya semua manusia itu sebenarnya biseksual dan salah satu orientasi biseksual (yang mencakup homoseksual, yang mempunyai definisi ketertarikan erotis dan memiliki keinginan untuk memiliki hubungan cinta dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin sama).
-BL and Yaoi-
Kedua kata diatas adalah kata yang kebanyakannya menjadi kata favorit bagi seorang Fujoshi(sebutan bagi Otaku perempuan). Perlu kita ketahui, BL (Boys Love) dan Yaoi itu berbeda. Yang dimaksud Yaoi adalah akronim dari tiga frase ‘YAma-nashi’ (tidak ada kelanjutannya), ‘Ochi-nasi’ (tidak ada penyelesaiannya), ‘Imi-nashi’ (tidak ada maknanya). Intinya, cerita Yaoi adalah cerita yang hanya mementingkan hubungan seks yang dilakukan para karakternya, sedangkan cerita BL kebanyakannya mengandung perasaan cinta yg mendalam. Jadi, BL tidaklah sama dengan Yaoi.
-BL on Japanese culture-
Sebenarnya hubungan BL sudah lama tercipta di Jepang, diperkirakan saat peperangan pun sudah ada hubungan semacam ini. Hal ini dikarenakan karena tidak adanya perempuan yang menjadi pasukan. Jadi, terciptanya hubungan BL yang sudah melekat pada Jepang beribu-ribu tahun lamanya.
-'Seme' and 'Uke'-
Kedua kata tadi adalah istilah dalam BL. Seme adalah partner yang bersifat dominan (Seme memiliki arti menyerang). Tipe Seme biasanya maskulin, dingin, tidak segan-segan untuk memaksakan kehendak, rasional, dan agresif. Sedangkan Uke adalah partner yang bersifat submisif dalam hubungan BL (Uke memiliki arti menerima). Tipe Uke biasanya lebih emosional, bishounen(berwajah imut), pasif, menurut pada sang Seme.
-Cara melihat tipe Seme dan Uke dari suatu pairing-
Cara melihat tipe Seme atau Uke dapat dilihat langsung dari nama pairingnya. Nama Seme selalu berada di depan, sedangkan Uke berada di belakang.
Contoh : SasukexNaruto (berarti Sasuke adalah Seme dan Naruto adalah Uke)
-Comment of Post Writer about this topic-
Yah, walau Aoi sebenarnya bukanlah penyukai Yaoi maupun BL, Aoi pengen ngecoba ngebahas kedua hal ini. Aoi pikir hubungan semacam ini takkan dapat diterima dengan mudahnya di Indonesia, mengingat adanya larangan agama mengenai hubungan antar sesama jenis. Dan yang Aoi ingat, hanya negara Belanda lah memperbolehkan perkawinan antar sesama jenis, sedangkan banyak sekali negara di dunia ini yang mengecam akan hubungan macam ini. Menurut pandangan Aoi sendiri, Aoi sangatlah tidak menyetujui akan hubungan semacam ini karena Tuhan telah menciptakan manusia itu saling berpasangan. Jadi kodrat manusia bukanlah memiliki pasangan yang sama jenisnya dengan dirinya, melainkan lawan jenisnya.
-In the end-
Cuman itu saja yang dapat Aoi sampaikan pada postingan kali ini, Aoi minta maaf kalo postingan ini tak dapat menjawab semua pertanyaan mengenai topik ini. Maklumlah, Aoi juga masih kurang berpengalaman akan hal ini. Dan Aoi juga meminta maaf pada 'Yaoi lovers' karena pada postingan kali ini Aoi menentang hal kalian cintai. Namun, pada dasarnya Aoi tak dapat melarang kalian untuk mencintai Yaoi / BL, karena hal itu kembali pada diri kita semua, kitalah yang menentukan jalan kita sendiri...
Kalo ada kritik dan saran, jangan sungkan untuk memberi kami komentar! Ja minna! Matta ne!!
Monday, May 9, 2011
All About 'Hikikomori' (by Ota-mega)
Sources : Berbagai macam situs, buku dan anime yang berkaitan dengan Hikikomori.
Pernah ndenger kata Hikikomori ngga?! Tau artinya ngga?? kalo ngga tau, kebetulan pada posting ini, saiah akan membahas segala hal tentang Hikikomori. Silahkan lanjutkan membaca postingan kali ini...
-Pengertian-
Menurut pandangan saiah, Hikikomori adalah keadaan dimana seseorang menarik diri/ mengurung diri/ membatasi diri dari pergaulan sosial. Para Hikikomori ini mengurung diri mereka di kamar selama berhari-hari, bahkan bertahun-tahun dan jarang sekali keluar kamar apalagi keluar rumah. Tingkat interaksi mereka terhadap sesama secara nyata sangat jarang terjadi pada kesehariannya, mereka biasanya hanya berinteraksi melalui dunia maya (internet). Aktivitas yang dilakukan hikikomori saat berada dalam kamar adalah bermain game (entah itu game konsol atau handheld) atau menonton TV (kebanyakan yg mereka tonton adalah tayangan anime).
-Penjelasan-
Fenomena ini terjadi pertama kali di Jepang (saiah tidak mengetahui tahun berapa dimulainya fenomena ini, namun diperkirakan terjadi saat mulai memboomingnya anime dan game di Jepang sana). Umur para pengidap ini biasanya berusia 13-15 tahun dan kebanyakan dari pengidap sindrom ini adalah kaum laki-laki, karena pada saat remajalah biasanya terjadi pergolakan batin pada jiwa mereka. Sebab pasti para remaja Jepang melakukan sindrom 'ngamar'(menjadi hikikomori) ini tidak diketahui dengan jelas, namun beberapa faktor seperti school bullying(kekerasan dan pelecehan saat di sekolah), pandangan masyarakat Jepang yang mencap Otaku sebagai sesuatu keanehan dalam masyarakatnya, Tekanan akademik di sekolah, boomingnya Anime dan game di Jepang merupakan faktor utama yang menyebabkan terbentuknya jiwa-jiwa Hikikomori.
Pada faktor school bullying, para Hikikomori terlahir dari peristiwa yg tak mengenakkan karena seringnya mereka menerima perlakuan tak senonoh dari para senior maupun teman sekelasnya. Pengecapan label buruk pada para Otaku membuat keadaan nonproduktivitasnya Otaku semakin memburuk ketika mereka berubah menjadi Hikikomori. Tekanan akademik yg sangat berat membuat sebagian remaja menjadi lelah menghadapi kesehariannya dan lebih memilih untuk diam dirumah ketimbang menjalani kehidupan pelajar yang mengharuskan mereka sekolah dari pagi hingga sore dan dilanjutkan dengan kursus atau les privat sebagai persiapan masuk ke universitas dan semua itu dilakukan hampir selama 7 hari dalam seminggu. Pengaruh maraknya anime dan game adalah salah satu hal yang paling mempengaruhi pertambahan jiwa-jiwa Hikikomori di Jepang sana. Kenapa?! Pengaruh kedua hal inilah yang membuat banyak dari remaja Jepang menjadi seorang Otaku. Ketika mereka menjadi Otaku, mereka pastinya akan merasakan 'pandangan miring' masyarakat dan orang sekitar akan keberadaan mereka. Hal itu akan membuat para Otaku ini semakin tertekan dalam menjalani kehidupan sosial mereka sehari-hari. Mereka akan mulai membanding-bandingkan kenyamanan mereka antara hidup di dunia nyata atau dalam dunia fantasi (Anime). Saat mereka menjadi Otaku, kebanyakan dari para otaku pastinya menghabiskan waktunya untuk menekuni hobbynya (entah itu nonton anime, mbaca manga, ato maen game). Hal ini pastinya akan mengurangi waktu mereka untuk belajar sehingga berakibat pada menurunnya prestasi dan produktivitas mereka, pada akhirnya hal itulah yang akan membuat masyarakat dan orang sekitar mereka menganggap keberadaan mereka layaknya 'keledai pada kumpulan kuda'(orang aneh yang berbeda pada orang kebanyakan). Selain itu, mereka adalah pemicu bertambahnya orang-orang yang terkategorikan sebagai "NEET", (akronim dari kata "Not in Employment, Education, or Training") yaitu pengangguran yang memiliki sikap Hikikomori.
-Contoh karakter dengan sikap Hikikomori dalam fiksi -
- Tatsuhiro Sato (Karakter pada Anime, Manga dan Light Novel "NHK ni Yokoso!" / "Welcome to NHK!")
Sato digambarkan sebagai Hikikomori sejati. Namun seiring jalannya cerita, ia mencoba mengubah jalan hidup yang dipikirnya selama ini telah disia-siakannya. Ia berusaha keras mencari pekerjaan yang cocok dengan sifat Hikikomorinya namun tetap gagal. Sikapnya terhadap dunia perlahan berubah saat bertemu dengan Nakahara Misaki. Misakilah yang membuat Sato kembali mau bersosial pada masyarakat.
- Sanzenin Nagi (Karakter pada Anime dan Manga "Hayate no Gotoku" / "Hayate the Combat Butler")
Di kategorikan sebagai Hikikomori karena kemampuan sosialnya cukup parah dan sering mengurung diri di rumah. Hal ini dikarenakan statusnya sebagai anak orang kaya yang sering dijadikan target penculikan sehingga membuatnya enggan keluar rumah dan lebih memilih main game atau menonton anime.
- Yadomi Jinta (Karakter pada Anime "Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai" / "We Still Don't Know the Name of the Flower We Saw That Day")
Jinta berubah menjadi Hikikomori dikarenakan ia merasa bersalah ketika waktu kecil ia mengatakan 'mengapa aku harus mencintai seseorang yang aneh' pada saat ditanya Tsuruko mengenai perasaannya terhadap Menma. Jintan kemudian hendak meminta maaf, namun sayangnya hal itu tak kesampaian karena Menma telah meninggal keesokan harinya. Ia pun kehilangan semangat untuk bersekolah dan bergaul dimasyarakat setelah kejadian tersebut, seakan-akan ia mencoba menghukum dan menyalahkan dirinya akan kejadian tadi.
-Kesimpulan-
Gejala mengurung diri dan membatasi kontak sosial yang terjadi pertama kali di Jepang ini kebanyakannya menimpa anak laki-laki berumur 13-15 tahun ini tidak diketahui sebab pastinya, namun kebanyakan pemicunya karena school bullying dan kepenatan dalam menjalani kehidupan berat sebagai pelajar. Para Hikikomori ini dianggap sebagai benalu dalam keluarga bagi masyarakat sekitarnya
-Comment by Post Writer of this topic-
Menjadi Hikikomori menurut saiah adalah suatu status yang mempermalukan diri sendiri sebagai manusia. Memang, kalau diperhatikan perlakuan orang sekitar yang kadang menjadi pendorong utama yang membuat diri kita menjadi seorang Hikikomori. Namun, jika saja kita dapat bertahan atau kalau perlu melawan perlakuan tidak senonoh mereka maka kita tak akan terjerumus dengan status Hikikomori yang memalukan seperti itu. Apa ngga malu menjadi benalu dalam keluarga? Orang tua udah cape-cape kerja, eeh dia malah enak-enakan ongkang-ongkang kaki dalam kamar sambil nonton anime.
-In the end-
That's it! After all, saiah meminta maaf atas kurang mendalamnya pembahasan saiah pada topik ini, karena ini pembahasan ini hanyalah sebatas sudut pandang dari saiah semata yang saiah simpulkan sendiri dari berbagai sumber. Dan saiah juga meminta maaf apabila ada orang-orang yang merasa tersinggung atas pembahasan saiah ini, saiah hanya membahas masalah ini tanpa ada maksud untuk menyindir / menyinggung pihak-pihak tertentu.
Jika ada saran ato kritik, feel free to give us comments!! Ja nee!
Pernah ndenger kata Hikikomori ngga?! Tau artinya ngga?? kalo ngga tau, kebetulan pada posting ini, saiah akan membahas segala hal tentang Hikikomori. Silahkan lanjutkan membaca postingan kali ini...
-Pengertian-
Menurut pandangan saiah, Hikikomori adalah keadaan dimana seseorang menarik diri/ mengurung diri/ membatasi diri dari pergaulan sosial. Para Hikikomori ini mengurung diri mereka di kamar selama berhari-hari, bahkan bertahun-tahun dan jarang sekali keluar kamar apalagi keluar rumah. Tingkat interaksi mereka terhadap sesama secara nyata sangat jarang terjadi pada kesehariannya, mereka biasanya hanya berinteraksi melalui dunia maya (internet). Aktivitas yang dilakukan hikikomori saat berada dalam kamar adalah bermain game (entah itu game konsol atau handheld) atau menonton TV (kebanyakan yg mereka tonton adalah tayangan anime).
-Penjelasan-
Fenomena ini terjadi pertama kali di Jepang (saiah tidak mengetahui tahun berapa dimulainya fenomena ini, namun diperkirakan terjadi saat mulai memboomingnya anime dan game di Jepang sana). Umur para pengidap ini biasanya berusia 13-15 tahun dan kebanyakan dari pengidap sindrom ini adalah kaum laki-laki, karena pada saat remajalah biasanya terjadi pergolakan batin pada jiwa mereka. Sebab pasti para remaja Jepang melakukan sindrom 'ngamar'(menjadi hikikomori) ini tidak diketahui dengan jelas, namun beberapa faktor seperti school bullying(kekerasan dan pelecehan saat di sekolah), pandangan masyarakat Jepang yang mencap Otaku sebagai sesuatu keanehan dalam masyarakatnya, Tekanan akademik di sekolah, boomingnya Anime dan game di Jepang merupakan faktor utama yang menyebabkan terbentuknya jiwa-jiwa Hikikomori.
Pada faktor school bullying, para Hikikomori terlahir dari peristiwa yg tak mengenakkan karena seringnya mereka menerima perlakuan tak senonoh dari para senior maupun teman sekelasnya. Pengecapan label buruk pada para Otaku membuat keadaan nonproduktivitasnya Otaku semakin memburuk ketika mereka berubah menjadi Hikikomori. Tekanan akademik yg sangat berat membuat sebagian remaja menjadi lelah menghadapi kesehariannya dan lebih memilih untuk diam dirumah ketimbang menjalani kehidupan pelajar yang mengharuskan mereka sekolah dari pagi hingga sore dan dilanjutkan dengan kursus atau les privat sebagai persiapan masuk ke universitas dan semua itu dilakukan hampir selama 7 hari dalam seminggu. Pengaruh maraknya anime dan game adalah salah satu hal yang paling mempengaruhi pertambahan jiwa-jiwa Hikikomori di Jepang sana. Kenapa?! Pengaruh kedua hal inilah yang membuat banyak dari remaja Jepang menjadi seorang Otaku. Ketika mereka menjadi Otaku, mereka pastinya akan merasakan 'pandangan miring' masyarakat dan orang sekitar akan keberadaan mereka. Hal itu akan membuat para Otaku ini semakin tertekan dalam menjalani kehidupan sosial mereka sehari-hari. Mereka akan mulai membanding-bandingkan kenyamanan mereka antara hidup di dunia nyata atau dalam dunia fantasi (Anime). Saat mereka menjadi Otaku, kebanyakan dari para otaku pastinya menghabiskan waktunya untuk menekuni hobbynya (entah itu nonton anime, mbaca manga, ato maen game). Hal ini pastinya akan mengurangi waktu mereka untuk belajar sehingga berakibat pada menurunnya prestasi dan produktivitas mereka, pada akhirnya hal itulah yang akan membuat masyarakat dan orang sekitar mereka menganggap keberadaan mereka layaknya 'keledai pada kumpulan kuda'(orang aneh yang berbeda pada orang kebanyakan). Selain itu, mereka adalah pemicu bertambahnya orang-orang yang terkategorikan sebagai "NEET", (akronim dari kata "Not in Employment, Education, or Training") yaitu pengangguran yang memiliki sikap Hikikomori.
-Contoh karakter dengan sikap Hikikomori dalam fiksi -
- Tatsuhiro Sato (Karakter pada Anime, Manga dan Light Novel "NHK ni Yokoso!" / "Welcome to NHK!")
Sato digambarkan sebagai Hikikomori sejati. Namun seiring jalannya cerita, ia mencoba mengubah jalan hidup yang dipikirnya selama ini telah disia-siakannya. Ia berusaha keras mencari pekerjaan yang cocok dengan sifat Hikikomorinya namun tetap gagal. Sikapnya terhadap dunia perlahan berubah saat bertemu dengan Nakahara Misaki. Misakilah yang membuat Sato kembali mau bersosial pada masyarakat.
![]() | ||
| Tatsuhiro Sato From NHK ni Yokoso |
Di kategorikan sebagai Hikikomori karena kemampuan sosialnya cukup parah dan sering mengurung diri di rumah. Hal ini dikarenakan statusnya sebagai anak orang kaya yang sering dijadikan target penculikan sehingga membuatnya enggan keluar rumah dan lebih memilih main game atau menonton anime.
![]() |
| Sanzenin Nagi from Hayate no Gotoku! |
Jinta berubah menjadi Hikikomori dikarenakan ia merasa bersalah ketika waktu kecil ia mengatakan 'mengapa aku harus mencintai seseorang yang aneh' pada saat ditanya Tsuruko mengenai perasaannya terhadap Menma. Jintan kemudian hendak meminta maaf, namun sayangnya hal itu tak kesampaian karena Menma telah meninggal keesokan harinya. Ia pun kehilangan semangat untuk bersekolah dan bergaul dimasyarakat setelah kejadian tersebut, seakan-akan ia mencoba menghukum dan menyalahkan dirinya akan kejadian tadi.
![]() |
| Yadomi Jinta from Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai |
Gejala mengurung diri dan membatasi kontak sosial yang terjadi pertama kali di Jepang ini kebanyakannya menimpa anak laki-laki berumur 13-15 tahun ini tidak diketahui sebab pastinya, namun kebanyakan pemicunya karena school bullying dan kepenatan dalam menjalani kehidupan berat sebagai pelajar. Para Hikikomori ini dianggap sebagai benalu dalam keluarga bagi masyarakat sekitarnya
-Comment by Post Writer of this topic-
Menjadi Hikikomori menurut saiah adalah suatu status yang mempermalukan diri sendiri sebagai manusia. Memang, kalau diperhatikan perlakuan orang sekitar yang kadang menjadi pendorong utama yang membuat diri kita menjadi seorang Hikikomori. Namun, jika saja kita dapat bertahan atau kalau perlu melawan perlakuan tidak senonoh mereka maka kita tak akan terjerumus dengan status Hikikomori yang memalukan seperti itu. Apa ngga malu menjadi benalu dalam keluarga? Orang tua udah cape-cape kerja, eeh dia malah enak-enakan ongkang-ongkang kaki dalam kamar sambil nonton anime.
-In the end-
That's it! After all, saiah meminta maaf atas kurang mendalamnya pembahasan saiah pada topik ini, karena ini pembahasan ini hanyalah sebatas sudut pandang dari saiah semata yang saiah simpulkan sendiri dari berbagai sumber. Dan saiah juga meminta maaf apabila ada orang-orang yang merasa tersinggung atas pembahasan saiah ini, saiah hanya membahas masalah ini tanpa ada maksud untuk menyindir / menyinggung pihak-pihak tertentu.
Jika ada saran ato kritik, feel free to give us comments!! Ja nee!
Subscribe to:
Comments (Atom)





















